World Wide Web (WWW) atau lebih dikenal sebagai website atau homepage. Ada juga yang menyebutnya situs atau web, merupakan salah satu bentuk layanan yang didapat oleh pengguna komputer yang terhubung ke Internet. Sekarang teknologi ini makin trend. Banyak bermunculan warnet dan hotspot yang menyediakan akses ke internet. Tak sedikit pula yang berlangganan di rumah secara pribadi. Untuk apa? Macam-macam, ada yang sekedar untuk kirim email, chatting, download, browsing, surfing dan sebagainya.
Web pada awalnya adalah ruang informasi dalam internet, dengan menggunakan teknologi hyperteks, pengguna dibimbing untuk menemukan informasi yang diinginkannya dengan mengikuti link yang disediakan dalam dokumen web yang ditampilkan pada browser web. Kini internet identik dengan web. Yang semula hanya untuk menyajikan informasi, kini digunakan juga untuk berbagai komunikasi seperti chatting, email, entertainment hingga melakukan transaksi bisnis (e-commerce). Internet memungkinkan pengguna komputer menjalin hubungan dengan banyak orang dari berbagai bangsa di dunia. Mungkin saja, suatu hari nanti setiap orang mencantumkan alamat website dalam kartu namanya.
Sekilas Lahirnya Web
World Wide Web (WWW) atau W3 adalah suatu sistem layanan dalam internet yang menggunakan konsep teknologi markup berbasis hyperteks. Konsep ini sebenarnya konsep lama, tetapi baru mulai terkenal pada dekade 1985-an. Ide penggunaan hyperteks sendiri pertama kali disampaikan dalam sebuah essay karangan Vannevar Bush tahun 1975 dan dilanjutkan oleh Theodore (Ted) Nelson pada dekade 1960-an dan 1970-an. Meski hypercard for macintosh produksi Apple Computer memiliki kesamaan dalam implementasi hyperteks primitif, namun versi ini ada kekurangannya yaitu tidak memiliki kemampuan link dokumen antar host komputer di jaringan.
Hyperteks menurut Ted Nelson adalah suatu teks atau rangkaian kata yang mempunyai "hubungan" (link) dengan teks lainnya. Praktek pertama pemakaian hyperteks di jaringan dilakukan oleh Tim Berners Lee di European Particle Physics Lab (CERN atau Consei Europeen pour la Recherche Nucleaire) yang berlokasi di Geneva, Switzerland dengan perangkat pengembang Next Step tahun 1993. Waktu itu Tim Berners Lee ingin mengembangkan suatu cara untuk menshare data antar koleganya dengan menggunakan sesuatu yang disebut dengan hyperteks. Pemakai di CERN dapat menampilkan dokumen pada layar komputer dengan menggunakan software browser baru.
Dengan browser baru ini, kode-kode disisipkan ke dalam dokumen elektronik yang memungkinkan pengguna melompat dari dokumen satu ke dokumen lainnya pada layar komputer dengan hanya memilih sebuah hyperlink (biasanya berupa kata atau rangkaian kata yang berwarna lebih terang 'highlight'). Selanjutnya kemampuan internet dimasukkan ke dalam browser ini sehingga pengguna dapat melompat ke komputer remote. Konsep inilah yang digunakan sebagai dasar pengembangan Hyper Text Markup Language (HTML), Hyper Text Transfer Protocol (HTTP) dan World Wide Web (WWW atau W3 atau Web).
Kemudian sejak Oktober 1994 dibentuklah W3C (World Wide Web Consortium) yang anggotanya berjumlah lebih dari 400 organisasi dari seluruh dunia. W3C adalah badan resmi yang bertugas untuk mengembangkan dan membuat standard web. Sedangkan CERN kembali pada tugas awalnya yaitu melakukan penelitian di bidang fisika partikel.
Seputar World Wide Web
Web adalah sumber informasi dan data yang dapat diakses oleh semua pengguna komputer yang terhubung internet. Ada tiga komponen penting yang menjadi pilar sebuah web, yaitu :
- URL (Uniform Resource Locator) adalah standard pengalamatan sebuah file atau informasi yang ada di internet yang dirancang khusus untuk digunakan dengan browser WWW misalnya Netscape, Internet Explorer atau Mozilla Firefox. Format standard URL adalah sebagai berikut :
- HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) adalah salah satu dari beberapa protokol yang digunakan sebagai bahasa komunikasi antar server. Protokol bisa berupa protokol web, Telnet, News, Gopher atau FTP.
- HTML (Hyper Text Markup Language) adalah bahasa interpreter dan bukan bahasa pemrograman yang sebenarnya seperti Pascal, C, Delphi atau Java yang harus dikompilasi dulu sebelum dapat dieksekusi. Browser yang dapat digunakan untuk melihat dan menampilkan halaman-halaman web seperti Netscape, Internet Explorer atau Mozilla Firefox sesungguhnya adalah interpreter yang menerjemahkan tag-tag yang diselipkan di dalam file ASCII berekstensi .html (atau .htm) dan menampilkannya di layar sesuai dengan tag yang ditemukan. Dengan HTML inilah kita dapat mendesain sebuah halaman web yang bergambar, berwarna dan sebagainya sesuai dengan keinginan kita. Berikut ini adalah contoh sebuah halaman web atau homepage jika pada address browser Internet Explorer kita ketik :
http://t1nez.blogspot.com
Referensi :
- Desain Web ©Lab Komp SMA Kr Petra 2 Surabaya.

0 comments:
Post a Comment