Pengertian bagaimana worm dapat aktif pada sebuah host berhubungan erat dengan kemampuan worm untuk menyebarkan diri, sejumlah worms dapat diatur untuk aktif secara langsung (activated nearly immediately), sementara yang lain dapat menunggu beberapa hari, minggu atau bahkan bulan untuk dapat teraktivasi dan kemudian menyebarkan-dirinya. Aktivasi dengan intervensi user Aktivasi terjadwal Aktivasi Mandiri Worm menginfeksi host korban dan memasukkan kode program sebagai bagian dari program worm ke dalamnya. Kode program dapat berupa machine code, atau routine untuk menjalankan program lain yang sudah ada pada host korban. Dalam proses penyebarannya, worm harus mencari korban baru dan menginfeksi korban dengan salinan dirinya. Proses pendistribusian tersebut dapat berlangsung sebagai proses distribusi satuan (dari satu host ke host yang lain) atau sebagai proses distribusi masal (dari satu host ke banyak host) sebagai metode penyebaran tercepat Terdapat beberapa mekanisme penyebaran yang digunakan worm untuk menemukan calon korban antara lain sebagai berikut. Scanning Target Lists Monitoring secara pasif
Anda tentu masih ingat iklan di media televisi beberapa tahun silam yang berbunyi sebagai berikut, "Anak anda cacingan?". Berhubungan dengan cacing, tulisan ini membahas mengenai cacing atau istilah asingnya worms. Cacing-cacing di Internet (Worms) adalah autonomous intrusion agents yang mampu melakukan penggandaan diri dan menyebar dengan memanfaatkan kelemahan-kelemahan keamanan (security flaws) pada services yang umum digunakan. Worm bukanlah sebuah fenomena baru, ditemukan pertama kali penyebarannya pada tahun 1988. Worms telah menjadi sebuah ancaman yang mematikan di Internet, walaupun sebagian besar kasus yang terjadi secara spesifik adalah pada sistem berbasis Windows. Beberapa jenis worms terbaru memanfaatkan electronic mail (e-mail) sebagai medium penyebarannya.Metode Aktivasi dan Mekanisme Penyebaran
Perbedaan mendasar antara worm dan virus terletak pada bagaimana mereka membutuhkan intervensi user untuk melakukan penggandaan diri dan menyebar menginfeksi sistem komputer. Virus lebih lambat dalam melakukan penyebaran jika dibandingkan dengan worm. Namun virus mempunyai kemampuan lebih untuk menghindari deteksi program anti-virus yang berusaha mengidentifikasi dan mengontrol penyebaran virus pada sistem komputer. Namun pada praktek penyebarannya, sebuah virus dapat berubah menjadi sebuah worm. Untuk memudahkan pembahasan, kita membatasi terminologi antara worm dan virus dengan mempertimbangkan metode aktivasi yang dilakukan oleh sebuah worm, proses yang dilakukan sebuah worm untuk mengeksekusi pada sebuah sistem komputer dan mekanisme penyebaran proses yang memungkinkan sebuah worm berkelana dari satu host ke host yang lain.Metode Aktivasi
Merupakan proses aktivasi yang paling lambat karena membutuhkan intervensi user untuk mengeksekusinya, baik disadari maupun tidak oleh user tersebut. Pembuat worm kadang juga mengunakan teknik social engineering dalam penyebarannya, misalnya penyebaran virus Melissa yang seolah-olah mengirimkan email yang berisikan pesan atau informasi penting dari orang yang telah dikenal oleh korban atau pesan-pesan persolan lainnya yang dikirimkan oleh virus ILOVEYOU. Walaupun Melissa adalah sebuah virus macro pada program Microsoft Word namun dengan intervensi user maka penyebaran Melissa di Internet sempat menjadi ancaman yang paling menakutkan.
Metode aktivasi worm yang lebih cepat adalah dengan menggunakan proses terjadwal pada sistem (scheduled system proces). Ada banyak program yang berjalan pada lingkungan desktop maupun server untuk melakukan proses sesuai dengan jadwal yang diberikan. Metode ini tetap membutuhkan intervesi manusia namun kali ini intervensi attacker yang dibutuhkan. Sebagai contoh, program auto-update dari sistem yang melakukan proses updating ke server vendor. Dengan melakukan update ke remote host sebagai master, seorang attacker yang cerdik dapat memanfaatkan proses tersebut untuk menyebarkan worm dengan terlebih dahulu menguasai remote host atau gateway pada network maupun di Internet dan mengganti atau menginfeksi file yang dibutuhkan pada proses update dengan kode program worm.
Metode aktivasi mandiri adalah metode tercepat worm dalam menggandakan diri, menyebar, dan menginfeksi host korban. Metode ini paling populer digunakan oleh para penulis worm. Umumnya worm yang menggunakan metode ini memanfaatkan kelemahan sekuriti (security flaw) pada service yang umum digunakan. Sebagai contoh, worm CodeRed yang mengeksploitasi webserver IIS. Worm akan menyertakan dirinya pada service daemon yang sudah dikuasainya atau mengeksekusi perintah-perintah lain dengan privilege yang sama dengan yang digunakan oleh daemon tersebut. Proses eksekusi tersebut akan berlangsung ketika worm menemukan vulnerable service dan melakukan eksploitasi terhadap service tersebut.Mekanisme Penyebaran
Metode scanning melibatkan proses probing terhadap sejumlah alamat di Internet dan kemudian mengidentifikasi host yang vulnerable. Dua format sederhana dari metode scanning adalah sequential (identifikasi blok alamat dari awal sampai akhir) dan random (secara acak). Penyebaran worm dengan metode scanning dapat dikatakan lambat, namun jika dikombinasikan dengan aktivasi secara otomatis maka worm dapat menyebar lebih cepat lagi. Worm yang menggunakan metode scanning biasanya mengeksploitasi security holes yang sudah teridentifikasi sebelumnya sehingga secara relatif hanya akan menginfeksi sejumlah host saja. Metode scanning lainnya yang dinilai cukup efektif adalah dengan menggunakan bandwidth-limited routine (seperti yang digunakan oleh CodeRed, yaitu dengan membatasi target dengan latensi koneksi dari sistim yang sudah terinfeksi dengan calon korban yang baru), mendefinisikan target yang hanya terdapat pada local address (seperti dalam sebuah LAN maupunWAN), dan permutasi pada proses pencarian. Scanning yang dilakukan worm tidaklah spesifik terhadap aplikasi sehingga attacker dapat menambahkan sebuah exploit baru pada sebuah worm yang sudah dikenal. Sebagai contoh, worm Slapper mendapatkan muatan exploit baru dan menjadikannya sebuah worm baru yaitu Scalper.
Sebuah worm dapat memiliki target list yang sudah ditentukan sebelumnya oleh penulis worm tersebut. Dengan target list yang sudah ditentukan terlebih dahulu membuat sebuah worm lebih cepat dalam menyebar, namun tentu saja penyebaran tersebut akan sangat terbatas karena targetnya hanya berdasarkan sejumlah alamat di Internet yang sudah ditentukan. Selain itu, worm dapat menemukan list yang dibutuhkan pada host korban yang sudah dikuasainya, list ini umumnya digunakan oleh worm yang metode penyebarannya berdasarkan topologi network. Informasi yang didapat contohnya adalah IP address sistem tersebut dan worm mengembangkannya menjadi sebuah subnet pada LAN atauWAN.
Worm pasif tidak mencari korbannya, namun worm tersebut akan menunggu calon korban potensial dan kemudian menginfeksinya. Walaupun metode ini lebih lambat namun worm pasif tidak menghasilkan anomalous traffic patterns sehingga keberadaan mereka akan sulit diketahui. Sebagai contoh, antiworm CRClean tidak membutuhkan aktivasi user, worm ini menunggu serangan worm CodeRed dan turunannya, kemudian melakukan respon dengan melakukan counter-attack. Jika proses counter-attack berhasil, CRClean akan menghapus CodeRed dan menginfeksi korban dengan menginstal dirinya pada mesin. Sehingga CRClean dapat menyebar tanpa melakukan proses scanning!

0 comments:
Post a Comment