Macam-macam Address Cell
Terdapat 3 macam pengalamatan dalam Excel. Yaitu Alamat Sel Relatif, Alamat Sel Semi Absolut dan Alamat Sel Absolut.
Alamat Sel Relatif
Jika suatu rumus, misal =A1*B1 di-copy dari C1 sampai C10, maka alamat barisnya akan berubah menjadi =A2*B2, =A3*B3, dst. Demikian juga bila rumus tersebut di-copy dari C10 sampai H10 maka alamat kolomnya juga akan berubah. Metode pengalamatan ini disebut sebagai alamat sel relatif, yaitu alamat sel yang berubah-ubah baik kolom maupun barisnya.
Alamat Sel Semi Absolut
Adalah alamat sel yang tetap kolom maupun barisnya. Ditandai dengan adanya tanda $ didepan kolom atau baris. Dimana tanda $ berfungsi untuk mengunci baris maupun kolom yang ada dibelakangnya (perhatikan gambar diatas..!!)
Alamat Sel Absolut
Adalah alamat sel yang tetap tidak berubah, ditandai dengan adanya tanda $ didepan kolom dan barisnya. Pada gambar diatas alamat sel absolut terdapat pada $A$1 sehingga alamat sel tersebut tetap tidak berubah pada waktu di-copy ke bawah maupun ke samping.
Fungsi Statistik
Excel menyediakan beberapa fungsi statistik yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan statistika. Macam-macam fungsi statistik sederhana yang sering digunakan di Excel adalah sebagai berikut :
=SUM(Angka atau Alamat Sel), untuk menjumlahkan isi sel (data ke-1 + data ke-2 + ... + data ke-n).
=MIN(Angka atau Alamat Sel), untuk mencari angka terendah.
=MAX(Angka atau Alamat Sel), untuk mencari angka tertinggi.
=AVERAGE(Angka atau Alamat Sel), untuk mencari rata-rata.
=MEDIAN(Angka atau Alamat Sel), untuk mencari Nilai Tengah
=COUNT(Alamat Sel Data Numerik), untuk mencari banyaknya sel yang berisi data numerik.
Fungsi Matematika dan Trigonometri
=INT(Bilangan)
Untuk membulatkan angka ke nilai integer (bulat) yang terendah.
Misal :
=INT(5,8) hasilnya : 5
=INT(-5,8) hasilnya : -6
=INT(22/7) hasilnya : 3
=MOD(Bilangan,Pembagi)
Untuk mencari sisa pembagian. Sisa pembagian bertanda sesuai dengan Pembagi.
Misal :
=MOD(9,2) artinya 9 dibagi 2 sisa 1, hasilnya adalah 1
=MOD(15,3) artinya 15 dibagi 3 sisa 0, hasilnya adalah 0
=MOD(20,7) artinya 20 dibagi 7 sisa 6, hasilnya adalah 6
=MOD(9,-2) artinya 9 dibagi -2 sisa 1, hasilnya adalah -1 karena pembaginya bertanda negatif.
=ROUND(Bilangan,Digit Pembulatan)
Untuk membulatkan angka sesuai digit pembulatan. Digit nol terletak tepat pada desimal sedangkan di depan desimal adalah digit negatif dan di belakang desimal adalah digit positif.
Misal :
Jika ditulis :
=ROUND(21,546 ; 0) hasilnya : 22
=ROUND(21,546 ; 1) hasilnya : 21,5
=ROUND(21,546 ; 2) hasilnya : 21,55
=ROUND(21,546 ; -1) hasilnya : 20
=ROUND(21,546 ; -2) hasilnya : 0
=COUNTIF(Range,Criteria)
Untuk mengetahui banyaknya sel pada alamat tertentu (range) yang memenuhi kriteria. Kriteria bisa berupa angka, ekspresi atau operator matematika dan teks. Semua jenis kriteria dianggap sebagai label, sebab itu harus diapit dengan tanda " petik
Misal :
Hitung banyaknya data periode yang lebih besar dari 5 pada tabel dibawah ini
Rumus :
=COUNTIF(B1:M1,">5")
=SUMIF(Range, Criteria)
Untuk menjumlahkan isi sel yang memenuhi kriteria, prinsip lainnya sama dengan fungsi COUNTIF.
Misal :
Hitung jumlah data periode yang lebih besar dari 5 pada tabel dbawah ini
Rumus :
=SUMIF(B1:M1,">5")
Fungsi DATE dan TIME
=DATE(Tahun,Bulan,Tanggal)
Menghasilkan bilangan hari dari tahuhn 1900 bulan 1 (Januari) tanggal 1 hingga tahun 2078 bulan 12 (Desember) tanggal 31. Jadi menghasilkan bilangan 1 sampai 65380 dalam hitungan hari. Jika penulisan bulan atau tanggal melebihi bilangan standart, maka akan dimulai dari awal.
Misalnya =DATE(1998,13,34) berarti tanggal 3 bulan Januari tahun 1998.
=TIME(Jam,Menit,Detik)
Menghasilkan bilangan waktu dari 00:00:00 (12:00:00 AM) hingga 23:59:59 (11:59:59 PM). Jadi menghasilkan bilangan 1 sampai 0,99999999 dalam hitungan hari.
Misalnya =TIME(12:00:00) akan menghasilkan bilangan 0,5 atau =TIME(06:00:00) akan menghasilkan bilangan 0,25.
Bagian 3 : still thinking...

0 comments:
Post a Comment